Mengenal Definisi Environmental Monitoring System (EMS) atau Sistem Pemantauan Lingkungan

Environmental Monitoring System (EMS) atau Sistem Pemantauan Lingkungan merupakan alat yang dirancang untuk mengamati lingkungan, mengkarakterisasi kualitas dan menetapkan parameter yang dapat mengukur secara akurat dampak suatu kegiatan terhadap lingkungan. Hasil dari pengukuran kemudian dikumpulkan, dianalisis secara statistik, dan dipublikasikan dalam laporan penilaian risiko dan pemantauan lingkungan serta penilaian dampak lingkungan dari suatu kegiatan.

Mengenal Definisi Environmental Monitoring System (EMS) atau Sistem Pemantauan Lingkungan

Tujuan utama dibuatnya sistem pemantauan lingkungan adalah untuk mengelola dan meminimalkan dampak suatu kegiatan terhadap lingkungan, baik untuk memastikan kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan maupun untuk mengurangi risiko atau efek berbahaya pada lingkungan alam serta melindungi kesehatan manusia.

Karena populasi manusia, aktivitas industri, dan konsumsi energi terus tumbuh seiring waktu, pengembangan lanjutan dari aplikasi dan perangkat pemantauan otomatis yang canggih sangat penting untuk meningkatkan keakuratan laporan pemantauan lingkungan dan efektivitas biaya dari proses pemantauan lingkungan.

Berbagai sistem pemantauan lingkungan sudah ada saat ini, seperti Sistem Manajemen Data Lingkungan (EDMS) yang memfasilitasi implementasi dan pemantauan program pemantauan dan penilaian lingkungan yang mencakup manajemen data terpusat, notifikasi peringatan pemantauan lingkungan yang otomatis, pemeriksaan aturan, validasi, kontrol kualitas , dan pembuatan laporan tentang perbandingan set data.

Jenis-Jenis Sistem Pemantauan Lingkungan (EMS)

Tiga parameter utama dalam pemantauan lingkungan adalah tanah, atmosfer, dan air. Beberapa teknik pemindaian dan pemantauan lingkungan meliputi filtrasi, sedimentasi, sampel elektrostatik, impinger, penyerapan, kondensasi, pengambilan sampel atau komposit.

Environmental Monitoring System (EMS) atau Sistem Pemantauan Lingkungan

Data yang dikumpulkan dari metode pemantauan lingkungan ini dapat dimasukkan ke dalam DBMS (sistem basis data) sehingga data dapat dikategorikan, dianalisis, divisualisasikan, dan sistem pemantauan lingkungan dapat menciptakan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk mendorong pengambilan keputusan yang tepat. Berberapa jenis sistem pemantauan lingkungan yang ada saat ini adalah:

  • Pemantauan Udara: Data lingkungan yang dikumpulkan menggunakan alat pengamatan khusus, seperti jaringan sensor dan model Sistem Informasi Geografis (SIG), dari berbagai jaringan yang berbeda diintegrasikan dengan sensor udara yang mengukur data emisi, meteorologi, dan topografi untuk mendeteksi dan memprediksi konsentrasi polutan udara.
  • Pemantauan Tanah: Pengambilan sampel individu dan pengambilan sampel komposit (beberapa sampel) digunakan untuk memantau tanah, menetapkan garis dasar, dan mendeteksi ancaman seperti pengasaman, hilangnya keanekaragaman hayati, pemadatan, kontaminasi, erosi, kehilangan bahan organik, salinisasi, dan ketidakstabilan wilayah lereng.
  • Pemantauan Salinitas: Penginderaan jauh, GIS, dan induksi elektromagnetik digunakan untuk memantau salinitas tanah. Jika salinitas tanah tidak seimbang, maka dapat menyebabkan efek merugikan pada kualitas air, infrastruktur, serta hasil tanaman.
  • Pemantauan Kontaminasi: Teknik kimia seperti kromatografi dan spektrometri digunakan untuk mengukur unsur-unsur beracun, seperti limbah nuklir, abu batubara, mikroplastik, petrokimia, dan hujan asam yang dapat menyebabkan berkembangnya penyakit polusi jika terkontaminasi oleh manusia atau hewan.
  • Pemantauan Erosi: Pemantauan dan pemodelan erosi tanah adalah proses yang kompleks. Prediksi yang akurat hampir tidak mungkin untuk area yang luas. Persamaan Kehilangan Tanah Universal (USLE) paling sering digunakan untuk mencoba memprediksi kehilangan tanah karena erosi air. Erosi dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti curah hujan, aliran permukaan, sungai, aliran sungai, banjir, angin, pergerakan massa, iklim, komposisi dan struktur tanah, topografi, dan kurangnya pengelolaan vegetasi.
  • Pemantauan Air: Teknik pengambilan sampel lingkungan meliputi pengukuran, pengambilan sampel acak sederhana, bertingkat, sistematis dan grid, cluster adaptif, ambil, dan pasif; pemantauan lingkungan semi-kontinyu dan berkelanjutan; penginderaan jauh dan pemantauan lingkungan; dan bio-monitoring digunakan untuk mengukur dan memantau kisaran parameter biologi, kimia, radiologi, mikrobiologi, dan populasi.

Pemantauan kondisi lingkungan untuk air dikelola oleh lembaga atau pemerintahan dan masyarakat lokal, universitas, serta sukarelawan. Hal ini sangat penting dalam mengkarakterisasi perairan, menentukan kemanjuran program pengendalian pencemaran yang ada, mengidentifikasi tren dan masalah yang muncul, mengarahkan upaya pengendalian pencemaran sesuai kebutuhan, dan dalam upaya tanggap darurat.

Nazrin NRN

Just ordinary content writer and blog admin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama