6 Langkah Penting Troubleshooting Komputer Untuk IT Support Professional

label
IT Support adalah sebuah pekerjaan dalam bidang IT (Informasi Teknologi) yang mensupport kebutuhan IT sebuah perusahaan dan mengatasi berbagai permasalahan IT dalam perusahaan. Kebutuhan IT Support dalam perusahaan dalam dunia perusahaan sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dikarenakan hampir semua perusahaan menggunakan perangkat IT sehingga membutuhkan ahli atau pendukung yang dapat mengurus dan menangani masalah dari perangkat IT. Oleh karena itu, seorang IT Support harus memiliki kemampuan (skill) dalam mengurus dan menangani masalah perangkat IT, salah satunya adalah troubleshooting komputer.

troubleshooting komputer pc

Troubleshooting komputer adalah salah satu kemampuan dari IT Support yang mana kemampuan ini mengharuskan pemecahan berbagai masalah dalam operasional komputer. Tanpa kemampuan ini, komputer yang memiliki masalah dan seharusnya dapat diperbaiki oleh seorang IT Support dibiarkan begitu saja. Ini dapat menimbulkan kerugian perusahaan karena harus membeli komputer baru dan tentu perusahaan dapat merasa IT Supportnya tidak bisa diandalkan. Oleh karena itu, kemampuan troubleshooting komputer sangat penting dalam menyelesaikan atau memperbaiki masalah dari perangkat komputer.

Troubleshooting komputer mempunyai prosedur atau langkah-langkah yang harus dijalankan agar komputer dapat berjalan secara normal kembali. Sebelum melakukan troubleshooting komputer, sangat penting untuk melakukan percadangan data atau sering disebut Backup Data untuk mencegah kehilangan data saat proses troubleshooting akibat kesalahan yang tidak disengaja. Backup data dapat dilakukan dengan menyimpan data ke media penyimpanan selain komputer yang ingin diperbaiki, bisa melalui harddisk eksternal atau penyimpanan awan (cloud) seperti Google Drive. Dalam dunia perusahaan, backup data dapat dilakukan secara harian, mingguan atau bulanan. Oleh karena itu, pastikan sebelum melakukan troubleshooting, cek kembali dan konfirmasikan bahwa data sudah di cadangkan atau sudah melakukan backup data ke media penyimpanan lain. Jangan lupa untuk meminta izin kepada pemilik perangkat komputer untuk diperbaiki atau dibongkar perangkatnya demi perbaikan.

Jika sudah melakukan backup data dan izin kepada pemilik perangkat, maka seorang IT Support dapat melakukan langkah-langkah troubleshooting komputer. Langkah-langkah tersebut akan dijelaskan dalam penjelasan dibawah ini. Berikut adalah langkah-langkah troubleshooting komputer untuk IT Support secara benar dan professional.

1. Identifikasi Masalah.
Langkah pertama dalam proses troubleshooting komputer adalah mengidentifikasi masalah. Dalam langkah ini, seorang IT Support harus mengumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin dari pemilik perangkat komputer yang bermasalah. Pengumpulan data atau informasi dapat berupa pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan jawaban detail) atau tertutup (hanya berupa jawaban ya atau tidak), memeriksa bunyi beep BIOS dengan cara restart komputer, dan memeriksa komputer secara langsung melalui BIOS, Event Viewer, Device Manager atau menggunakan Diagnostic Tools. Kumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi pada komputer.

2. Tetapkan Teori Kemungkinan Penyebab Masalah.
Hal pertama dalam langkah kedua ini adalah membuat daftar penyebab paling umum untuk masalah tersebut. Meskipun kemungkinan ada masalah besar, mulailah dengan mencari masalah yang jelas sebelum beralih ke diagnosa yang lebih kompleks. Cantumkan penyebab termudah atau paling jelas di bagian atas kemudian penyebab yang lebih kompleks di bagian bawah. Jika perlu, lakukan penelitian internal (Daftar log, jurnal) atau eksternal (Melalui internet) berdasarkan gejalanya. Setelah itu, tetapkan kemungkinan atau penyebab masalah berdasarkan hasil identifikasi masalah dan daftar penyebab masalah.

3. Uji Teori Kemungkinan Untuk Memastikan Penyebab Masalah.
Dalam langkah ini, IT Support dapat menentukan penyebab masalah secara pasti dengan melakukan pengujian teori kemungkinan yang sudah dibuat secara satu per satu dimulai dari yang termudah. Setelah menguji teori kemungkinan secara satu per satu dan penyebab masalah dapat ditemukan secara pasti, IT Support dapat menentukan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah. Jika seorang IT Support tidak dapat menentukan penyebab pasti masalah setelah menguji semua teorinya, munculkan teori baru tentang kemungkinan penyebab dan lakukan pengujian. Jika perlu, alihkan masalah ini ke teknisi yang lebih berpengalaman. Sebelum itu, dokumentasikan setiap tes yang dicoba.

4.  Lakukan Aksi Untuk Mengatasi Penyebab Masalah Dan Terapkan Solusinya.
Setelah seorang IT Support menentukan penyebab pasti masalahnya, maka seorang IT Support harus membuat tindakan solusi berupa perbaikan untuk menyelesaikan masalah. Terkadang, perbaikan cepat bisa memperbaiki masalah. Jika perbaikan cepat dapat memperbaiki masalah, lakukan pemeriksaan untuk memverifikasi apakah fungsionalitas sistem dapat berjalan secara penuh dan lakukan tindakan pencegahan kalau diperlukan. Jika perbaikan cepat tidak dapat memperbaiki masalah, selidiki masalahnya lebih lanjut dan kemudian kembali ke Langkah 3 untuk membuat teori baru tentang kemungkinan penyebabnya. 

5. Periksa Apakah Fungsi Sistem Dapat Berjalan Secara Penuh Dan Lakukan Tindakan Pencegahan Jika Diperlukan.
Setelah melakukan perbaikan, pastikan fungsi sistem yang telah diperbaiki dapat berjalan normal secara penuh dan menerapkan tindakan pencegahan masalah untuk waktu mendatang (jika diperlukan).  Memeriksa sistem secara penuh memastikan seorang IT Support telah menyelesaikan masalah utama dan memastikan tidak membuat masalah lain saat proses perbaikan komputer dilakuakn. Bila memungkinkan, mintalah pemilik perangkat untuk memastikan sistem perangkatnya telah berjalan normal. 

6. Dokumentasikan Tindakan Perbaikan Yang Telah Dilakukan
Setelah perbaikan komputer selesai, bicarakan proses perbaikan dengan pemilik perangkat. Jelaskan masalah dan solusinya kepada pemilik perangkat baik secara lisan maupun tertulis. Jika perlu, pemilik perangkat dapat menguji sendiri perangkatnya dan memverifikasi apakah masalah dalam perangkatnya sudah teratasi atau belum. Jika pemilik perangkat sudah memastikan bahwa masalah perangkat masalahnya sudah teratasi, seorang IT Support dapat mendokumentasikan perbaikannya dalam bentuk urutan kerja didalam jurnalnya. Selain itu, sertakan informasi dibawah ini dalam pendokumentasian:
- Deskripsi masalahnya
- Langkah untuk menyelesaikan masalah
- Komponen yang digunakan dalam perbaikan

Itulah langkah-langkah penting dalam troubleshooting komputer secara benar dan professional. Langkah-langkah ini dapat membantu dan mempercepat waktu troubleshooting (perbaikan) komputer agar pemilik perangkat komputer yang bermasalah dapat menggunakan perangkatnya kembali secara normal. Hal terpenting dalam troubleshooting komputer ini adalah lakukan backup atau restore data sebelum melakukan langkah-langkah diatas. Hal ini dilakukan agar data pemilik perangkat tidak hilang jika terjadi kesalahan dalam proses troubleshooting.

Sumber: http://blog.careerstep.com/blog/troubleshooting-a-problem-a-how-to-approach/

Share This :

Saya adalah seorang article writer dan kontributor di tanahpengetahuan.com. Sama seperti author, saya ingin mengedukasi masyarakat Indonesia akan pengetahuan.

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon