Mengenal Apa Itu Lensa Gravitasi

label
Sekarang ini, sudah banyak penemuan-penemuan dalam bidang astronomi yang menarik untuk diteliti seperti penemuan galaksi terjauh, planet ekstragalaksi, atau sistem tata surya di gugus galaksi lain. Dalam metode pencarian maupun penelitiannya, banyak diantaranya menggunakan metode yang disebut dengan Lensa Gravitasi. Seperti contoh penemuan galaksi terjauh yang terdapat di artikel sebelumnya. Namun, banyak dari kita yang belum mengetahui apa itu lensa gravitasi dan bagaimana cara lensa gravitasi dapat digunakan untuk menemukan penemuan diatas. Kali ini kita akan membahasnya.
Lensa Gravitasi
Lensa Gravitasi
Sebelum mengenal apa itu lensa gravitasi, kita harus mengetahui apa itu gravitasi dan sifat-sifatnya. Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang dihasilkan dari interaksi antar partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Semua benda atau material di alam semesta ini tersusun atas partikel-partikel, akibatnya semua benda atau material tersebut mempunyai gaya tarik-menarik. Sebagai contoh, matahari mempunyai massa yang lebih besar dari planet-planet di tata surya, sehingga planet-planet di tata surya ketarik oleh gaya gravitasi matahari dan mengakibatkan planet-planet tersebut mengitari matahari sesuai dengan orbitnya. Begitu pula dengan Bumi yang memiliki massa lebih besar dari makhluk hidup sehingga makhluk hidup tetap didalam Bumi dan tidak terbang karena efek dari pergerakan Bumi yang mengelilingi matahari.

Karena gravitasi menghasilkan gaya tarik-menarik pada semua benda dialam semesta, maka gravitasi dari benda yang besar seperti lubang hitam atau gugusan galaksi dapat menarik dan membengkokkan ruang-waktu pada benda yang melewati benda tersebut, seperti jalur cahaya. Cahaya akan bergerak lurus dari sumber (seperti bintang) selama ruang-waktu tidak berubah, namun saat cahaya melewati benda bermassa besar seperti gugusan galaksi atau black hole, maka cahaya akan mengalami pembengkokkan ruang-waktu akibat efek dari medan gaya gravitasi. Dalam hal ini, waktu tempuh cahaya untuk mencapai pengamat dapat berubah dan juga dapat mengubah atau mempebesar bentuk citra yang tampak dari sumber cahaya tersebut. Penjelasan diatas dijadikan sebuah fenomena yang dinamakan Lensa Gravitasi.

Pembelokan cahaya maksimum akan terjadi apabila peristiwa lensa gravitasi berada di titik terdekat dan pembelokan minimum terjadi bila lensa gravitasi berada di titik terjauhnya. Akibatnya, sebuah lensa gravitasi tidak akan mempunyai satu titik fokus, melainkan mempunyai sebuah garis fokus. Jika sumber cahaya berada di belakang benda raksasa yang dijadikan sebagai lensa, maka pengamat yang berada di garis lurus dengan cahaya akan melihat cahaya tersebut dengan bentuk cincin di belakang benda raksasa itu. Awalnya, fenomena ini pertama kali dikemukakan oleh seorang fisikawan yang bernama Orest Chwolson dari St. Petersburg pada tahun 1924 yang selanjutnya dikembangkan oleh Albert Einstein di tahun 1936. 
Gambaran cahaya saat melewati benda yang menjadi lensa gravitasi
Gambaran cahaya saat melewati benda yang menjadi lensa gravitasi. Sumber: Wikipedia
Sebagai contoh, sebuah gugus galaksi memancarkan cahaya ke segala arah termasuk ke arah Bumi. Saat perjalanannya, cahaya tadi melintasi sebuah quasar atau lubang hitam yang berada di antara gugus galaksi (sumber cahaya) dengan Bumi. Akibatnya, cahaya dari gugus galaksi mengalami pembengkokkan oleh medan gravitasi dari quasar yang dilewatinya. Semakin besar massa dari suatu benda yang dijadikan lensa gravitasi, maka akan makin besar medan-gaya gravitasinya sehingga pembelokan cahaya dapat juga semakin kuat. Untuk contoh lebih jelasnya, dapat melihat gambar dibawah ini.
Contoh efek dari lensa gravitasi
Contoh efek dari lensa gravitasi. Terlihat lubang hitam yang menghalangi cahaya galaksi
sehingga menimbulkan pembengkokkan cahaya. Sumber: Wikipedia
Banyak dari penemuan lensa gravitasi dahulu ditemukan dengan keadaan tidak sengaja. Pencarian lensa gravitasi belahan bumi utara dilakukan dengan menggunakan Very Large Array (VLA) di New Mexico. Pencarian ini menghasilkan 22 sistem pelensaan baru dan menjadi pijakan besar dalam sejarah lensa gravitasi. Dengan ini, diharapkan dapat membuka jalan baru untuk penelitian dan riset dalam pencarian benda-benda yang sangat jauh dialam semesta agar pemahaman terhadap alam semesta dapat menjadi lebih baik serta memungkinkan untuk menemukan planet ekstragalaksi yang layak dihuni.



Share This :

Saya adalah seorang article writer dan kontributor di tanahpengetahuan.com. Sama seperti author, saya ingin mengedukasi masyarakat Indonesia akan pengetahuan.

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon