Mengenal Lebih Dalam Pengembangan Sistem Informasi Enterprise

label
Saat ini, berbagai perusahaan telah mengembangkan dirinya untuk maju dalam persaingan pasar. Salah satu bentuk pengembangannya adalah dengan membangun Sistem Informasinya sendiri. Sistem Informasi adalah suatu pengaturan dari sumber daya, data, proses, dan teknologi informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menyediakan output berupa informasi yang diperlukan untuk mendukung sebuah organisasi. Sistem informasi ini membutuhkan teknologi informasi. Dengan kata lain, sistem informasi dapat disebut perangkat lunak (software).

sistem informasi enterprise stakeholder wokers

Teknologi Informasi sendiri adalah istilah kontemporer yang menggambarkan kombinasi teknologi komputer (hardware dan software) dengan teknologi telekomunikasi (data, gambar, dan jaringan suara). Sehingga, sistem informasi wajib membutuhkan teknologi informasi. Sistem informasi memiliki tujuh kelas, diantara:
  • Transaction processing system (TPS)
  • Management information system (MIS)
  • Decision support system (DSS)
  • Expert system
  • Office Automation System
  • Communication and collaboration system
  • Executive Information System

Dalam membuat atau merancang sistem informasi, terdapat stakeholder-stakeholder (pemangku kepentingan) yang terlibat dalam proses tersebut. Diantaranya:
  1. Owner/Sytem Owner: Sponsor sistem informasi (SI) dan advokad eksekutif, biasanya bertanggung jawab atas pendanaan proyek pengembangan, pengopeasian dan perawatan SI.
  2. Stakeholder (orang kepentingan): Orang yang memiliki kepentingan tertentu atau terlibat pada pengembangan bisnis.
  3. Information Workers: para pekerja informasi yang pekerjaannya melibatkan penciptaaan sistem informasi.
  4. Knowledge Workers: Seseorang yang memiliki pengetahuan penting bagi organisasi, bisnis atau sistem informasi.
  5. System User: “Customer” yang akan menggunakan atau terpengaruh Sistem Infomrasi pada basis reguler – mengcapture, menvalidasikan, memasukkan, menanggapi, menyimpan, dan bertukar data dan informasi.
  6. System Designer: Spesialis teknis yang menerjemahkan persyaratan bisnis pengguna sistem dan pembatas solusi teknis.
  7. System Builders: Spesialis teknis yang membangun sistem informasi dan komponen yang didasarkan pada spesifikasi desain yang dihasilkan oleh desainer sistem.
  8. External Service Provider: Analis sistem, desainer sistem, atau pembangun sistem yang menjual keahlian dan pengalamannya ke bisnis lain untuk membantu bisnis tersebut membeli, mengembangkan, atau mengintegrasikan solusi sistem informasi, dapat juga diafiliasikan dengan organisasi consulting atau layanan.
  9. Project Manager: Seorang professional yang berpengalaman dan menerima tanggung jawab untuk perencanaan, pengembangan sistem informasi.
  10. System Analyst: Spesialis yang mempelajari masalah dan kebutuhan sebuah organisasi untuk menentukan bagaimana orang, data, proses dan teknologi informasi dapat mencapai kemajuan terbaik untuk bisnis.
Dalam penggunaan sistem informasi, terdapat dua kelas pengguna sistem informasi, yaitu:
  • Pengguna Sistem Internal (Internal System User) adalah karyawan-karyawan bisnis, dimana Sistem Informasi dibangun untuk mereka (Contoh: Pekerja administrasi dan layanan, Staf teknis dan professional, Manajer, Supervisor) 
  • Pengguna Sistem Eksternal (External System User) adalah pengguna yang merupakan konsumen (contoh: Pelanggan, pemasok, rekan kerja, karyawan yang bekerja dijalan atau dirumah).
Pembuatan sistem informasi tidak bisa lepas dari peran Analis Sistem. Analis Sistem (System Analyst) memiliki peran yang penting karena merekalah yang menjembatani perbedaan perspektif antara pemilik, pengguna, desainer dan pembangun sistem dalam membangun sistem informasi sehingga perancangan sistem tidak berantakan. Selain memiliki kemampuan sebagai perantara, Sistem Analis harus memiliki berberapa keterampilan lain, seperti:
  • Pengetahuan Teknologi Informasi
  • Pengalaman dan Keahlian Pemrograman Komputer
  • Pengetahuan Umum, Proses, dan Terminologi Bisnis
  • Keahlian Pemecahan Masalah Yang Umum
  • Keahlian Komunikasi Antarorang Yang Baik
  • Keahlian Relasi Antarorang Yang Baik
  • Fleksibilitas dan Adaptasi
  • Karakter dan Etika
sistem analis system analyst pengembangan sistem informasi software

Saat pengembangan sistem informasi, Sistem Analis ditemani oleh seorang Project Manager. Project Manager memiliki kewenangan untuk bertanggung jawab dalam setiap proses perancangan dan pengembangan sistem informasi. 

Project Manager berperan dalam merancang proyek, membangun tim proyek, mengeluarkan cetak biru (blueprint) untuk seluruh proyek termasuk ruang lingkup dan parameter proyek, mengomunikasikan tujuan dan target proyek kepada tim, mengalokasikan anggaran, memastikan harapan Dewan Direksi dan Stakeholder dapat terpenuhi melalui penyelesaian proyek yang tepat waktu dan terselesaikan dengan baik.

Pengembangan sistem informasi khususnya sistem informasi Enterprise tak bisa lepas dari pengaruh bisnis dan tentu sistem informasi enterprise ini dibuat untuk menjalankan bisnis. Pengaruh-pengaruh bisnis tersebut:
  • Globalisasi Ekonomi
  • e-Commerce dan e-Business 
  • Keamanan dan Kerahasiaan 
  • Kolaborasi dan Rekanan
  • Manajemen Aset Pengetahuan 
  • Perbaikan Berkesinambungan dan Manajemen Kualitas Total 
  • Desain Ulang Proses Bisnis

Share This :

Saya adalah seorang article writer dan kontributor di tanahpengetahuan.com. Sama seperti author, saya ingin mengedukasi masyarakat Indonesia akan pengetahuan.

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon