Implementasi Pengukuran Offset Mapping (Pemetaan) Dengan Menggunakan Teknologi Laser GIS

Teknologi saat ini membantu kehidupan di bumi menjadi lebih efisien, aman, dan tepat. Teknologi GNSS/GPS merupakan bagian integral dari perekaman di mana teknologi ini merekam suatu posisi di bumi.

GNSS Receivers adalah alat pemetaan yang kuat, dan ada kalanya alat terbaik seperti inipun memiliki keterbatasan. Receivers menghitung lokasi antena yang terpasang sehingga receivers harus menempati lokasi perhitungan secara akurat.

Implementasi Pengukuran Offset Mapping (Pemetaan) Dengan Menggunakan Laser GIS

Secara fisik menempati receivers di suatu lokasi tidak selalu aman atau praktis. Misalnya, dalam skenario di mana Anda perlu memposisikan fitur yang terletak di properti pribadi dan tempat tinggal. Mungkin sulit untuk mendapatkan izin dari pemilik properti dan pelanggaran tanpa izin membuat Anda rentan terhadap tuntutan hukum dan bahaya lingkungan lainnya. 

Demikian pula, menempatkan lubang got di tengah jalan meningkatkan risiko dilukai oleh pengemudi yang tidak waspada, atau menjadi pengalih perhatian yang menyebabkan kecelakaan.

Selain itu, akses Anda ke sinyal satelit tidak dijamin selalu mulus. Hambatan sinyal satelit dapat disebabkan oleh pepohonan, medan yang curam, gedung bertingkat, dan masih banyak lagi. Jika Anda menemukan sinyal yang rendah, Anda mungkin terjebak di lingkungan gangguan GNSS. Anda mungkin terkejut dengan jumlah objek yang menyebabkan masalah ini. Banyak profesional harus mencari tahu melalui trial and error.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemasangan Teknologi Laser GIS. Laser GIS menggunakan pengukuran offset laser untuk menangkap posisi receivers dari jarak jauh pada area di mana sinyal GPS/GNSS diblokir.

Dengan mengintegrasikan pengintai laser dan kompas elektronik (menyediakan jarak, kemiringan, dan azimut) dengan sistem pengumpulan data GIS Anda, maka tidak perlu untuk menempati setiap titik untuk memantau pengukuran.

Alternatif ini juga memungkinkan Anda mengukur offset jarak ke fitur di lokasi yang menantang, dengan merekam posisi GPS dan jarak/arah terkait ke objek yang diinginkan.

Berberapa tiga metode pemetaan GNSS Laser Offset adalah sebagai berikut:

1) Rentang/Azimuth

Cara termudah untuk memposisikan objek jarak jauh adalah dengan mengukur Jangkauan (atau jarak) dan Azimuth (atau bantalan kompas) ke target dengan pengintai laser.

Metode Rentang/Azimuth ini hanya meminta Anda untuk berdiri di lokasi yang nyaman, menerima koordinat default, dan memulai pemetaan.

Metode GIS Rentang Azimuth

Setelah mendapatkan data yang sudah terukur, maka data dapat digunakan untuk menghitung koordinat titik jauh. Selanjutnya, anda dapat melakukan pengukuran offset lain yang diperlukan sebelum melanjutkan ke area berikutnya.

2) Rentang/Sudut

Metode Range-Angle sangat mirip dengan metode Range-Azimuth. Perbedaannya terletak pada pengukuran sudut horizontal dari encoder untuk menghasilkan arah ke target Anda.

Metode ini menawarkan solusi bagi siapa saja yang terpaksa berdiri dan menempatkan aset di area yang memiliki gangguan magnetis terhadap kompas.

Metode Rentang Sudut

Saat menggunakan GPS/GNSS untuk merujuk-geografis data Anda, Anda dapat mengambil laser offset satu tembakan dari lokasi GPS Anda yang diketahui untuk menghasilkan koordinat target jarak jauh Anda. Untuk metode ini, Anda memerlukan satu kali tembakan ekstra ke Titik Referensi yang sudah dicatat dengan peralatan GPS Anda.

3) Rentang / Jangkauan

Pemetaan laser ini dapat menjadi pertimbangan karena paling hemat biaya dibanding metode lainnya. Anda hanya memerlukan pengintai laser selain antena GPS Anda. Saat Anda mengumpulkan informasi berbasis geo-lokasi atau memetakan utilitas listrik, metode Rentang-Jangkauan adalah pilihan yang sempurna.

Metode GIS Rentang Jangkauan

Cara kerja:

a) Menempati Titik Kontrol 1 (CP1) dan mencatat titik GNSS

b) Bidik dan tembak Target (penutup lubang got)

c) Menempati Titik Kontrol 2 (CP2) dan mencatat titik GNSS

d) Bidik Target yang sama (penutup lubang got)

e) Pilih 1 dari 2 kemungkinan solusi dari peta yang ditampilkan. (Misalnya: jika target berada di sebelah kanan lintasan dari Control Point 1 ke Control Point 2, maka pilih solusi di sebelah kanan CP1-CP2).


Referensi: https://www.directionsmag.com/article/11254


Nazrin NRN

Just ordinary content writer and blog admin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama