The Most/Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

Bakteri Cermin dan Ancaman Biologis Baru Bagi Kehidupan

Kemajuan biologi sintetis terus membuka peluang baru dalam dunia sains. Salah satu konsep yang belakangan menarik perhatian para ilmuwan adalah bakteri cermin (mirror bacteria), yaitu bakteri hipotetis yang seluruh molekul penyusunnya dibuat dalam bentuk bayangan cermin dari bakteri biasa.

Meskipun hingga saat ini bakteri cermin belum pernah berhasil diciptakan, sejumlah ilmuwan dunia telah menerbitkan laporan yang memperingatkan bahwa teknologi tersebut mungkin dapat diwujudkan dalam beberapa dekade mendatang. Yang menjadi perhatian bukan hanya keberhasilan ilmiahnya, melainkan juga potensi risiko terhadap manusia, hewan, tumbuhan, hingga keseimbangan ekosistem.

Ilustrasi perbedaan bakteri biasa dan bakteri cermin


Apa Itu Bakteri Cermin?

Untuk memahami konsep ini, kita perlu mengenal istilah kiralitas (chirality). Hampir seluruh molekul penyusun makhluk hidup, termasuk protein, DNA, RNA, dan gula memiliki sifat kiral. Artinya, molekul tersebut memiliki dua bentuk yang tampak identik tetapi sebenarnya merupakan bayangan cermin yang tidak dapat ditumpuk secara sempurna, layaknya tangan kiri dan tangan kanan.

Menariknya, seluruh kehidupan di Bumi hanya menggunakan satu versi dari molekul tersebut. Sebagai contoh:

  • Protein pada makhluk hidup tersusun dari asam amino tipe tertentu.
  • DNA menggunakan gula dengan orientasi tertentu.
  • Enzim bekerja seperti "kunci dan gembok" yang hanya cocok dengan bentuk molekul tertentu.

Nah, bakteri cermin adalah bakteri yang seluruh komponen biologinya menggunakan versi bayangan cermin tersebut.

Apabila hidup sendirian di laboratorium, bakteri ini diperkirakan dapat tumbuh sebagaimana bakteri biasa. Namun, ketika berinteraksi dengan organisme alami, terjadi masalah besar karena sistem biologis keduanya tidak lagi saling mengenali.


Mengapa Bakteri Cermin Sulit Dikenali Tubuh?

Tubuh manusia memiliki sistem imun yang bekerja dengan mengenali bentuk molekul asing. Sel darah putih, antibodi, hingga berbagai reseptor imun dirancang untuk mendeteksi struktur molekul tertentu pada bakteri atau virus.

Masalahnya, apabila molekul penyusun bakteri memiliki orientasi yang sepenuhnya terbalik, maka sistem imun kemungkinan besar gagal mengenalinya. Artinya, bakteri cermin berpotensi:

  • lolos dari sistem imun bawaan,
  • tidak memicu pembentukan antibodi secara normal,
  • membuat vaksin yang sudah ada menjadi tidak efektif.

Walaupun hal ini masih berupa prediksi ilmiah berdasarkan prinsip biologi molekuler, banyak peneliti menilai risikonya cukup serius untuk dipelajari sejak dini.


Mengapa Antibiotik dan Predator Alami Bisa Tidak Efektif?

Tidak hanya sistem imun, banyak mekanisme biologis lain juga bergantung pada bentuk molekul.

Contohnya:

  • bakteriofag (virus yang menyerang bakteri),
  • protista pemangsa bakteri,
  • berbagai jenis antibiotik.

Semuanya bekerja melalui interaksi molekul yang sangat spesifik.

Karena bakteri cermin menggunakan bentuk molekul yang berbeda, besar kemungkinan mekanisme tersebut tidak lagi bekerja secara efektif.

Jika prediksi ini benar, maka bakteri cermin dapat berkembang tanpa memiliki banyak musuh alami.


Potensi Dampak terhadap Manusia

Dalam laporan para ilmuwan, salah satu skenario yang paling dikhawatirkan adalah munculnya infeksi yang sangat sulit didiagnosis dan diobati.

Risiko yang diperkirakan meliputi:

  • infeksi sistemik,
  • kegagalan deteksi oleh sistem imun,
  • keterbatasan terapi antibiotik,
  • belum tersedianya vaksin khusus.

Penting untuk dipahami bahwa semua ini masih merupakan analisis risiko berdasarkan teori ilmiah, bukan kejadian nyata yang telah terjadi.


Hewan dan Tumbuhan Juga Berpotensi Terdampak

Bukan hanya manusia yang berisiko. Hewan vertebrata diperkirakan memiliki kerentanan serupa karena sistem imunnya bekerja dengan prinsip yang sama.

Beberapa serangga, termasuk lalat buah (Drosophila), juga berpotensi terdampak. Sementara itu, tumbuhan memiliki sistem pertahanan yang mengenali molekul khas dari bakteri penyebab penyakit.

Apabila mekanisme pengenalan tersebut gagal bekerja terhadap bakteri cermin, tanaman mungkin menjadi lebih rentan mengalami infeksi.

ilustrasi penyebaran bakteri cermin


Ancaman Terhadap Lingkungan dan Ekosistem

Kekhawatiran terbesar para peneliti justru berada pada dampak ekologis jangka panjang. Apabila bakteri cermin sulit dimangsa predator alami, populasinya berpotensi meningkat tanpa kendali. Dalam skenario terburuk, hal ini dapat menyebabkan:

  • gangguan siklus nutrisi,
  • perubahan keseimbangan mikroorganisme tanah,
  • terganggunya rantai makanan,
  • perubahan siklus karbon global,
  • meningkatnya risiko kepunahan beberapa spesies.

Walaupun masih berupa simulasi teoretis, konsekuensi tersebut dianggap cukup serius sehingga perlu dipertimbangkan sejak awal.


Mengapa Para Ilmuwan Membandingkannya dengan Kasus Thalidomide?

Laporan tersebut menggunakan contoh obat thalidomide sebagai ilustrasi pentingnya kiralitas. Thalidomide memiliki dua bentuk molekul yang tampak hampir identik.

Namun, salah satu bentuk memiliki efek terapeutik, sedangkan bentuk bayangannya diketahui dapat menyebabkan cacat lahir yang serius.

Contoh ini menunjukkan bahwa dua molekul yang hanya berbeda orientasi ruang dapat menghasilkan efek biologis yang sangat berbeda. Prinsip yang sama menjadi dasar kekhawatiran terhadap bakteri cermin.


Apakah Bakteri Cermin Sudah Ada?

Jawabannya adalah belum. Saat ini belum ada bakteri cermin yang berhasil diciptakan secara utuh. Namun, sejumlah ilmuwan memperkirakan bahwa dalam sekitar satu dekade ke depan, dengan investasi penelitian yang sangat besar, penciptaan sel bakteri cermin pertama mungkin saja dapat dilakukan.

Pendekatan yang diperkirakan digunakan meliputi:

  • membangun sel sepenuhnya dari nol (bottom-up),
  • memodifikasi bakteri yang sudah ada secara bertahap (top-down).

Meski demikian, hambatan teknisnya masih sangat besar.


Mengapa Laporan Ilmiah Tentang Bakteri Cermin Dipublikasikan?

Menariknya, tujuan utama publikasi tersebut bukan untuk mendorong penciptaan bakteri cermin. Sebaliknya, para penulis ingin meningkatkan kesadaran mengenai risiko yang mungkin muncul sebelum teknologi ini benar-benar tersedia.

Mereka berharap komunitas ilmiah dan pembuat kebijakan dapat:

  • menyusun standar keamanan hayati (biosafety),
  • memperkuat sistem biosekuriti (biosecurity),
  • membuat regulasi internasional,
  • mencegah penyalahgunaan teknologi.

Yang juga penting, laporan tersebut secara sengaja tidak memuat petunjuk teknis rinci mengenai cara menciptakan bakteri cermin agar tidak mempermudah penyalahgunaan.


Kesimpulan

Bakteri cermin merupakan salah satu konsep paling menarik sekaligus paling kontroversial dalam dunia biologi sintetis.

Di satu sisi, teknologi ini dapat membuka pemahaman baru mengenai kehidupan. Namun di sisi lain, para ilmuwan mengingatkan bahwa organisme dengan molekul yang sepenuhnya berbeda dari kehidupan alami berpotensi menimbulkan risiko besar apabila lolos ke lingkungan.

Perlu ditekankan bahwa seluruh pembahasan mengenai dampak bakteri cermin saat ini masih didasarkan pada analisis ilmiah, simulasi, dan prediksi. Belum ada bukti bahwa organisme tersebut telah ada ataupun pernah menyebabkan wabah.

Justru karena teknologi ini masih berada pada tahap awal, banyak peneliti menilai sekarang adalah waktu terbaik untuk membangun regulasi, memperkuat keamanan hayati, dan memastikan perkembangan ilmu pengetahuan berjalan secara bertanggung jawab.



FAQ

Apakah bakteri cermin sudah ada?

Belum. Hingga saat ini belum ada bakteri cermin yang berhasil diciptakan.

Mengapa bakteri cermin dianggap berbahaya?

Karena secara teori sistem imun, antibiotik, dan predator alami mungkin kesulitan mengenali atau menyerangnya akibat perbedaan bentuk molekul.

Apakah bakteri cermin bisa menyebabkan pandemi?

Belum ada bukti yang menunjukkan hal tersebut. Risiko pandemi masih bersifat hipotetis dan menjadi bagian dari kajian ilmiah mengenai potensi dampaknya.

Mengapa ilmuwan mempublikasikan penelitian ini?

Untuk meningkatkan kesadaran mengenai risiko serta mendorong penyusunan kebijakan keamanan hayati sebelum teknologi berkembang lebih jauh.



Referensi: Technical Report on Mirror Bacteria: Feasibility and Risks

Miliaran Planet Tanpa Bintang Menghantui Area Awan Gelap

Alam semesta merupakan tempat yang gelap dan luas. Banyak materi seperti planet, bintang, gas, dan sebagainya di alam semesta. Planet-planet saling mengorbit Bintangnya masing-masing. Namun, sebuah tim internasional yang terdiri dari astronom Prancis, Jepang, dan Spanyol telah melakukan penelitian dan menemukan sekitar 100 planet mengambang bebas di luar angkasa tanpa mengorbit bintang. Ekstrapolasi seluruh Galaksi Bima Sakti telah menunjukkan bahwa ada miliaran planet tanpa bintang yang belum ditemukan dan mengorbit tanpa tujuan di luar angkasa.

Miliaran Planet Tanpa Bintang Menghantui Area Awan Gelap

Free Floating Planets (FFP) atau Planet Tanpa Bintang telah dikenal selama sekitar 20 tahun, tetapi asal-usul mereka masih diselimuti misteri. Apakah mereka lahir secara alami di area awan gelap antarbintang yang dingin atau apakah mereka terbentuk di sekitar bintang seperti planet lain, namun terlempar ke kegelapan abadi?

Sejumlah kecil FFP yang diketahui memiliki peluang untuk diselidiki. Dalam penelitian ini, tim mengumpulkan dan menganalisis sekitar 100 TB data yang diambil selama 20 tahun, termasuk data dari pengamatan baru yang diperoleh dengan teleskop inframerah dan optik terbaik di dunia (seperti kamera mosaik Teleskop Subaru yang canggih), HSC dan Suprime-Cam, untuk mencari FFP di rasi bintang muda Upper Scorpius OB. 

Setelah menolak bintang dan galaksi latar belakang, mereka berakhir dengan katalog 70-170 FFP, tergantung pada kriteria seleksi yang digunakan, serta lebih dari 3000 anggota yang lebih masif. Jumlah ini hampir menggandakan jumlah FFP yang diketahui.

Banyaknya FFP yang ditemukan dalam sampel ini tidak dapat dijelaskan dengan proses pembentukan planet secara alami dari kontraksi awan gas kecil di ruang antarbintang. Hal ini menunjukkan bahwa planet-planet yang terbentuk di sekitar bintang dan kemudian terlempar ke kegelapan sehingga menjadi kontribusi penting dalam fenomena ini.

Dengan asumsi bahwa daerah pembentuk bintang lain mirip dengan Scorpius Upper, hasil ini menunjukkan bahwa miliaran FFP yang belum ditemukan bersembunyi di kegelapan di antara bintang-bintang. 


Referensi: https://www.nao.ac.jp/en/news/science/2021/20211223-subaru.html

Mengenal Istilah-Istilah Dalam Teori Relativitas Khusus

Albert Einstein adalah salah satu ilmuwan fisikawan yang dapat dikatakan berhasil dalam mempengaruhi teori fisika pada saat itu hingga saat ini. Albert Einstein telah membuat banyak teori dan salah satu teori yang ia buat adalah Teori Relativitas Khusus.

Istilah-Istilah Dalam Teori Relativitas Khusus

Teori Relativitas Khusus adalah sebuah teori fisika yang menjelaskan hubungan alam semesta antara ruang dan waktu. Teori relativitas khusus ini hanya berlaku pada kerangka acuan inersial dimana kerangka acuan ini bergerak dengan kecepatan tetap atau konstan terhadap kerangka acuan yang lain. 

Teori relativitas khusus ini dibuat dengan isi dua postulat, yaitu yang pertama adalah: 

1. "Hukum-hukum fisika memiliki bentuk yang sama (invarian) dalam semua kerangka acuan inersia yang bergerak dengan kecepatan konstan atau tetap",

2. "Kecepatan laju cahaya dalam ruang hampa memiliki nilai yang sama atau konstan dengan semua pengamat tanpa bergantung pada gerakan pengamat maupun cahaya itu sendiri"

Dalam Teori Relativitas Khusus, terdapat berberapa istilah-istilah yang mungkin belum pernah didengar namun cukup penting dalam mempelajari teori ini. Istilah-istilah tersebut adalah:

  • Relativitas Galilea: pengalaman pengamat dengan gerakan relatif benda-benda yang bergerak dengan kecepatan jauh lebih lambat daripada kecepatan cahaya.
  • Ether: zat hipotetis yang pernah diyakini mengisi ruang dan waktu sehingga diyakini berfungsi sebagai media untuk transmisi gelombang cahaya.
  • Foton: partikel tunggal dalam pancaran cahaya.
  • Interferometer: perangkat yang melibatkan interferensi dua berkas cahaya, yang digunakan oleh Michelson dan Morley untuk mengukur kecepatan cahaya relatif terhadap bumi.
  • Dilatasi waktu: sebuah fenomena di mana waktu tampak berjalan lebih lambat untuk objek yang bergerak cepat (mendekati kecepatan cahaya) yang relatif terhadap pengamat lain.
  • Kontraksi panjang: sebuah fenomena di mana objek yang bergerak cepat (mendekati kecepatan cahaya) tampak lebih pendek yang relatif terhadap pengamat lain.
  • Simultanitas: ketika dua peristiwa terjadi pada saat yang sama persis relatif terhadap seorang pengamat, peristiwa tersebut dikatakan simultan untuk pengamat itu.
  • Inersia: kecenderungan alami benda apa pun untuk mempertahankan momentum konstan.
  • Vakum: wilayah ruang yang sama sekali tanpa materi (bahkan tidak mengandung udara).
  • Kerangka acuan inersia: kerangka yang bergerak dengan kecepatan tetap atau konstan.

Contoh dari teori relativitas khusus di dunia nyata adalah pada saat menaiki kereta api. Pada saat kereta api berjalan, pengamat akan melihat ruangan gerbong yang dinaikinya terlihat biasa saja namun saat melihat keluar jendela maka pemadangan yang dilihatnya akan berjalan mundur ke belakang, semakin cepat kereta tersebut melaju, semakin cepat pemandangan itu akan mundur ke belakang. Hal ini dapat digambarkan seperti gambar dibawah ini.

contoh Teori Relativitas Khusus di dunia nyata


Mengenal Fenomena Ekuinoks Tahunan (September Equinox)

Dalam meteorologi, musim gugur biasanya dimulai dari 1 September. Tetapi, musim gugur ini ditandai dengan munculnya Fenomena Ekuinoks (Equinox). Fenomena Ekuinoks (Equinox) adalah sebuah fenomena saat posisi Matahari tepat berada di khatulistiwa atau ekuator. Fenomena ini membuat siang dan malam memiliki waktu yang hampir sama panjangnya, yaitu sekitar 12 jam di seluruh dunia. Fenomena Ekuinoks September ini terjadi pada  bulan September di Belahan Bumi Utara (dan musim semi di Belahan Bumi Selatan). Fenomena ini terjadi pada 22 September 2021, pukul 19:21 UTC.

Fenomena Tahunan September Equinox
Illustrasi Fenomena Tahunan September Equinox


Menurut ilmuwan tata surya dari NASA Mitzi Adams, di Kutub Utara, selama beberapa hari mendatang, Matahari akan tenggelam di bawah cakrawala mulai dari hari ini hingga sekitar bulan Oktober ketika akan benar-benar gelap. Senja musim semi di Kutub Utara dimulai beberapa minggu sebelum musim semi, ekuinoks di bulan Maret, ketika Matahari terbit kembali di atas cakrawala.

Fenomena ini hanya terjadi dua kali dalam rotasi Bumi mengelilingi Matahari selama setahun. Sisa tahun ini, Matahari bersinar tidak merata di belahan bumi utara dan selatan. Hal itu dikarenakan sumbu Bumi yang miring terhadap Matahari. Tetapi pada hari-hari tertentu, ekuinoks musim semi dan musim gugur terjadi membuat matahari bersinar hampir sama di belahan bumi utara dan selatan.

Simulasi Fenomena Tahunan September Equinox
Simulasi Fenomena Tahunan September Equinox

Di belahan bumi utara, ekuinoks September menandai dimulainya periode matahari terbit dan matahari terbenam lebih awal. Bumi belahan utara juga akan merasakan hari-hari yang lebih sejuk dengan angin yang lebih dingin, dan daun-daun kering yang berjatuhan.

Hari ini, kita merayakan ekuinoks sebagai peristiwa astronomi yang disebabkan oleh kemiringan Bumi pada porosnya dan pergerakannya dalam orbit mengelilingi Matahari.

Nikmati musim baru – di belahan dunia mana pun Anda berada!


Referensi: https://blogs.nasa.gov/Watch_the_Skies/2021/09/21/september-equinox-2021-is-coming/

Mengenal Pita Langit Yang Bernama Zona Penghindaran (Zone of Avoidance)

Seringkali kita melihat langit malam yang penuh bintang dan galaksi dengan berberapa bagian langit yang kosong. Saat kita mencari tahu lebih dalam tentang alam semesta, ternyata ada bagian-bagian atau struktur yang tidak biasa. Salah satu dari struktur tidak biasa tersebut adalah Zona Penghindaran atau yang disebut dengan Zone of Avoidance (ZOA).

Mengenal Pita Langit Yang Bernama Zona Penghindaran (Zone of Avoidance)
Zona Penghindaran (Zone of Avoidance) yang membujur di belakang planet Bumi


Zona Penghindaran (ZOA) adalah area langit berbentuk pita awan dimana pita awan tersebut dapat mengaburkan cahaya yang masuk sehingga pengamat dari bumi tidak bisa melihat galaksi atau bintang di balik zona atau wilayah ini. Zona Penghindaran pertama kali dikemukakan oleh astronom Inggris yang bernama Richard Proctor pada tahun 1878 dan ditemukan oleh astronom Amerika bernama Edwin P. Hubble. 

Zona ini terbentuk dari efek pandangan pengamat di Bumi yang mengarah ke arah ekuator atau ke zona pusat dari galaksi Bima Sakti. Posisi Bumi yang berada di dalam lengan Bima Sakti membuat pengamat di bumi dapat melihat Zona Penghindaran ini. Zona penghindaran ini mencakup kurang lebih 20% wilayah langit yang terdapat di sepanjang ekuator langit dengan bentuk yang tidak beraturan serta memiliki lokasi terlebar yang terletak di rasi bintang Sagittarius. 

Letak bumi di galaksi bima sakti
Posisi Matahari (atau Tata Surya) Dalam Galaksi Bima Sakti


Zona penghindaran berisi debu, gas dan materi yang terkonsentrasi sehingga menghalangi cahaya dan pandangan objek dari lokasi yang jauh. Berbagai project telah dilakukan untuk mengamati apa yang ada dibelakang Zona Penghindaran ini. Penggunaan teknologi seperti teleskop inframerah dan teleskop radio yang memunculkan spektrum elektromagnetik sangat membantu dalam project pengamatan ini.

Zona Penghindaran (Zone of Avoidance)
Awan Gelap Yang Membentuk Zona Penghindaran (Zone of Avoidance)


Pengamatan Zona Penghindaran ini banyak membuahkan hasil, diantaranya ditemukannya banyak galaksi dan bintang dibalik zona penghindaran ini. Salah satunya ditemukannya galaksi H I yang terdapat dibalik zona ini. Galaksi dan bintang-bintang lain yang ditemukan di zona ini dimasukkan kedalam katalog 2MASS. Selain itu, ditemukannya konsentrasi atau sekumpulan massa galaksi yang dikenal sebagai Great Attractor dimana galaksi-galaksi yang terdapat di sekitar bima sakti (termasuk bima sakti itu sendiri) sedang bergerak ke arah Great Attractor. Serta ditemukannya struktur cluster galaksi yang membentuk seperti tembok besar (Giant Wall), salah satunya adalah Tembok Kutub Selatan (South Pole Wall).

Clusters di zona penghindaran (Zone of Avoidance)
124 Titik Klaster (Clusters) galaksi yang ditemukan di zona penghindaran (Zone of Avoidance). Garis Berwarna Hijau Mengindikasikan Wilayah Yang Ada Di Dalam Garis Tersebut Sulit Untuk Diamati (Dari Teleskop di Mauna Kea)


Referensi:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Zona_Penghindaran
  • https://www.semanticscholar.org/paper/Clusters-in-the-Zone-of-Avoidance-Kocevski-Ebeling/5b3add7cceec352d7dde103e08343ac206ac4cb7

Apa Yang Berbeda Dari Benci dan Tidak Suka?

Seringkali kita mengkungkapkan rasa tidak suka dengan kata 'benci' atau 'tidak menyukai'. Meskipun kita lebih sering mengucapkan 'benci' untuk mengungkapkan ketidaksukaan daripada mengatakan 'tidak menyukainya'. Padahal, dua kata ini mempunyai makna yang berbeda. Ada perbedaan yang signifikan antara kedua kata ini. 

Pengertian Aljabar Dan Variabel Matematika

Aljabar adalah salah satu sub-bidang dari matematika bersamaan dengan teori bilangan, analisis dan geometri. Aljabar merupakan kata dari bahasa arab, yaitu "al-jabr" yang memiliki arti "pengumpulan bagian yang rusak". Dalam bentuk umum, aljabar adalah ilmu yang mempelajari simbol-simbol matematika dan aturan untuk memanipulasi simbol. Aljabar juga sebagai benang pemersatu dari hampir semua berbagai bidang matematika.