The Most/Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

Miliaran Planet Tanpa Bintang Menghantui Area Awan Gelap

Alam semesta merupakan tempat yang gelap dan luas. Banyak materi seperti planet, bintang, gas, dan sebagainya di alam semesta. Planet-planet saling mengorbit Bintangnya masing-masing. Namun, sebuah tim internasional yang terdiri dari astronom Prancis, Jepang, dan Spanyol telah melakukan penelitian dan menemukan sekitar 100 planet mengambang bebas di luar angkasa tanpa mengorbit bintang. Ekstrapolasi seluruh Galaksi Bima Sakti telah menunjukkan bahwa ada miliaran planet tanpa bintang yang belum ditemukan dan mengorbit tanpa tujuan di luar angkasa.

Miliaran Planet Tanpa Bintang Menghantui Area Awan Gelap

Free Floating Planets (FFP) atau Planet Tanpa Bintang telah dikenal selama sekitar 20 tahun, tetapi asal-usul mereka masih diselimuti misteri. Apakah mereka lahir secara alami di area awan gelap antarbintang yang dingin atau apakah mereka terbentuk di sekitar bintang seperti planet lain, namun terlempar ke kegelapan abadi?

Sejumlah kecil FFP yang diketahui memiliki peluang untuk diselidiki. Dalam penelitian ini, tim mengumpulkan dan menganalisis sekitar 100 TB data yang diambil selama 20 tahun, termasuk data dari pengamatan baru yang diperoleh dengan teleskop inframerah dan optik terbaik di dunia (seperti kamera mosaik Teleskop Subaru yang canggih), HSC dan Suprime-Cam, untuk mencari FFP di rasi bintang muda Upper Scorpius OB. 

Setelah menolak bintang dan galaksi latar belakang, mereka berakhir dengan katalog 70-170 FFP, tergantung pada kriteria seleksi yang digunakan, serta lebih dari 3000 anggota yang lebih masif. Jumlah ini hampir menggandakan jumlah FFP yang diketahui.

Banyaknya FFP yang ditemukan dalam sampel ini tidak dapat dijelaskan dengan proses pembentukan planet secara alami dari kontraksi awan gas kecil di ruang antarbintang. Hal ini menunjukkan bahwa planet-planet yang terbentuk di sekitar bintang dan kemudian terlempar ke kegelapan sehingga menjadi kontribusi penting dalam fenomena ini.

Dengan asumsi bahwa daerah pembentuk bintang lain mirip dengan Scorpius Upper, hasil ini menunjukkan bahwa miliaran FFP yang belum ditemukan bersembunyi di kegelapan di antara bintang-bintang. 


Referensi: https://www.nao.ac.jp/en/news/science/2021/20211223-subaru.html

Mengenal Istilah-Istilah Dalam Teori Relativitas Khusus

Albert Einstein adalah salah satu ilmuwan fisikawan yang dapat dikatakan berhasil dalam mempengaruhi teori fisika pada saat itu hingga saat ini. Albert Einstein telah membuat banyak teori dan salah satu teori yang ia buat adalah Teori Relativitas Khusus.

Istilah-Istilah Dalam Teori Relativitas Khusus

Teori Relativitas Khusus adalah sebuah teori fisika yang menjelaskan hubungan alam semesta antara ruang dan waktu. Teori relativitas khusus ini hanya berlaku pada kerangka acuan inersial dimana kerangka acuan ini bergerak dengan kecepatan tetap atau konstan terhadap kerangka acuan yang lain. 

Teori relativitas khusus ini dibuat dengan isi dua postulat, yaitu yang pertama adalah: 

1. "Hukum-hukum fisika memiliki bentuk yang sama (invarian) dalam semua kerangka acuan inersia yang bergerak dengan kecepatan konstan atau tetap",

2. "Kecepatan laju cahaya dalam ruang hampa memiliki nilai yang sama atau konstan dengan semua pengamat tanpa bergantung pada gerakan pengamat maupun cahaya itu sendiri"

Dalam Teori Relativitas Khusus, terdapat berberapa istilah-istilah yang mungkin belum pernah didengar namun cukup penting dalam mempelajari teori ini. Istilah-istilah tersebut adalah:

  • Relativitas Galilea: pengalaman pengamat dengan gerakan relatif benda-benda yang bergerak dengan kecepatan jauh lebih lambat daripada kecepatan cahaya.
  • Ether: zat hipotetis yang pernah diyakini mengisi ruang dan waktu sehingga diyakini berfungsi sebagai media untuk transmisi gelombang cahaya.
  • Foton: partikel tunggal dalam pancaran cahaya.
  • Interferometer: perangkat yang melibatkan interferensi dua berkas cahaya, yang digunakan oleh Michelson dan Morley untuk mengukur kecepatan cahaya relatif terhadap bumi.
  • Dilatasi waktu: sebuah fenomena di mana waktu tampak berjalan lebih lambat untuk objek yang bergerak cepat (mendekati kecepatan cahaya) yang relatif terhadap pengamat lain.
  • Kontraksi panjang: sebuah fenomena di mana objek yang bergerak cepat (mendekati kecepatan cahaya) tampak lebih pendek yang relatif terhadap pengamat lain.
  • Simultanitas: ketika dua peristiwa terjadi pada saat yang sama persis relatif terhadap seorang pengamat, peristiwa tersebut dikatakan simultan untuk pengamat itu.
  • Inersia: kecenderungan alami benda apa pun untuk mempertahankan momentum konstan.
  • Vakum: wilayah ruang yang sama sekali tanpa materi (bahkan tidak mengandung udara).
  • Kerangka acuan inersia: kerangka yang bergerak dengan kecepatan tetap atau konstan.

Contoh dari teori relativitas khusus di dunia nyata adalah pada saat menaiki kereta api. Pada saat kereta api berjalan, pengamat akan melihat ruangan gerbong yang dinaikinya terlihat biasa saja namun saat melihat keluar jendela maka pemadangan yang dilihatnya akan berjalan mundur ke belakang, semakin cepat kereta tersebut melaju, semakin cepat pemandangan itu akan mundur ke belakang. Hal ini dapat digambarkan seperti gambar dibawah ini.

contoh Teori Relativitas Khusus di dunia nyata


Mengenal Fenomena Ekuinoks Tahunan (September Equinox)

Dalam meteorologi, musim gugur biasanya dimulai dari 1 September. Tetapi, musim gugur ini ditandai dengan munculnya Fenomena Ekuinoks (Equinox). Fenomena Ekuinoks (Equinox) adalah sebuah fenomena saat posisi Matahari tepat berada di khatulistiwa atau ekuator. Fenomena ini membuat siang dan malam memiliki waktu yang hampir sama panjangnya, yaitu sekitar 12 jam di seluruh dunia. Fenomena Ekuinoks September ini terjadi pada  bulan September di Belahan Bumi Utara (dan musim semi di Belahan Bumi Selatan). Fenomena ini terjadi pada 22 September 2021, pukul 19:21 UTC.

Fenomena Tahunan September Equinox
Illustrasi Fenomena Tahunan September Equinox


Menurut ilmuwan tata surya dari NASA Mitzi Adams, di Kutub Utara, selama beberapa hari mendatang, Matahari akan tenggelam di bawah cakrawala mulai dari hari ini hingga sekitar bulan Oktober ketika akan benar-benar gelap. Senja musim semi di Kutub Utara dimulai beberapa minggu sebelum musim semi, ekuinoks di bulan Maret, ketika Matahari terbit kembali di atas cakrawala.

Fenomena ini hanya terjadi dua kali dalam rotasi Bumi mengelilingi Matahari selama setahun. Sisa tahun ini, Matahari bersinar tidak merata di belahan bumi utara dan selatan. Hal itu dikarenakan sumbu Bumi yang miring terhadap Matahari. Tetapi pada hari-hari tertentu, ekuinoks musim semi dan musim gugur terjadi membuat matahari bersinar hampir sama di belahan bumi utara dan selatan.

Simulasi Fenomena Tahunan September Equinox
Simulasi Fenomena Tahunan September Equinox

Di belahan bumi utara, ekuinoks September menandai dimulainya periode matahari terbit dan matahari terbenam lebih awal. Bumi belahan utara juga akan merasakan hari-hari yang lebih sejuk dengan angin yang lebih dingin, dan daun-daun kering yang berjatuhan.

Hari ini, kita merayakan ekuinoks sebagai peristiwa astronomi yang disebabkan oleh kemiringan Bumi pada porosnya dan pergerakannya dalam orbit mengelilingi Matahari.

Nikmati musim baru – di belahan dunia mana pun Anda berada!


Referensi: https://blogs.nasa.gov/Watch_the_Skies/2021/09/21/september-equinox-2021-is-coming/

Mengenal Pita Langit Yang Bernama Zona Penghindaran (Zone of Avoidance)

Seringkali kita melihat langit malam yang penuh bintang dan galaksi dengan berberapa bagian langit yang kosong. Saat kita mencari tahu lebih dalam tentang alam semesta, ternyata ada bagian-bagian atau struktur yang tidak biasa. Salah satu dari struktur tidak biasa tersebut adalah Zona Penghindaran atau yang disebut dengan Zone of Avoidance (ZOA).

Mengenal Pita Langit Yang Bernama Zona Penghindaran (Zone of Avoidance)
Zona Penghindaran (Zone of Avoidance) yang membujur di belakang planet Bumi


Zona Penghindaran (ZOA) adalah area langit berbentuk pita awan dimana pita awan tersebut dapat mengaburkan cahaya yang masuk sehingga pengamat dari bumi tidak bisa melihat galaksi atau bintang di balik zona atau wilayah ini. Zona Penghindaran pertama kali dikemukakan oleh astronom Inggris yang bernama Richard Proctor pada tahun 1878 dan ditemukan oleh astronom Amerika bernama Edwin P. Hubble. 

Zona ini terbentuk dari efek pandangan pengamat di Bumi yang mengarah ke arah ekuator atau ke zona pusat dari galaksi Bima Sakti. Posisi Bumi yang berada di dalam lengan Bima Sakti membuat pengamat di bumi dapat melihat Zona Penghindaran ini. Zona penghindaran ini mencakup kurang lebih 20% wilayah langit yang terdapat di sepanjang ekuator langit dengan bentuk yang tidak beraturan serta memiliki lokasi terlebar yang terletak di rasi bintang Sagittarius. 

Letak bumi di galaksi bima sakti
Posisi Matahari (atau Tata Surya) Dalam Galaksi Bima Sakti


Zona penghindaran berisi debu, gas dan materi yang terkonsentrasi sehingga menghalangi cahaya dan pandangan objek dari lokasi yang jauh. Berbagai project telah dilakukan untuk mengamati apa yang ada dibelakang Zona Penghindaran ini. Penggunaan teknologi seperti teleskop inframerah dan teleskop radio yang memunculkan spektrum elektromagnetik sangat membantu dalam project pengamatan ini.

Zona Penghindaran (Zone of Avoidance)
Awan Gelap Yang Membentuk Zona Penghindaran (Zone of Avoidance)


Pengamatan Zona Penghindaran ini banyak membuahkan hasil, diantaranya ditemukannya banyak galaksi dan bintang dibalik zona penghindaran ini. Salah satunya ditemukannya galaksi H I yang terdapat dibalik zona ini. Galaksi dan bintang-bintang lain yang ditemukan di zona ini dimasukkan kedalam katalog 2MASS. Selain itu, ditemukannya konsentrasi atau sekumpulan massa galaksi yang dikenal sebagai Great Attractor dimana galaksi-galaksi yang terdapat di sekitar bima sakti (termasuk bima sakti itu sendiri) sedang bergerak ke arah Great Attractor. Serta ditemukannya struktur cluster galaksi yang membentuk seperti tembok besar (Giant Wall), salah satunya adalah Tembok Kutub Selatan (South Pole Wall).

Clusters di zona penghindaran (Zone of Avoidance)
124 Titik Klaster (Clusters) galaksi yang ditemukan di zona penghindaran (Zone of Avoidance). Garis Berwarna Hijau Mengindikasikan Wilayah Yang Ada Di Dalam Garis Tersebut Sulit Untuk Diamati (Dari Teleskop di Mauna Kea)


Referensi:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Zona_Penghindaran
  • https://www.semanticscholar.org/paper/Clusters-in-the-Zone-of-Avoidance-Kocevski-Ebeling/5b3add7cceec352d7dde103e08343ac206ac4cb7

Apa Yang Berbeda Dari Benci dan Tidak Suka?

Seringkali kita mengkungkapkan rasa tidak suka dengan kata 'benci' atau 'tidak menyukai'. Meskipun kita lebih sering mengucapkan 'benci' untuk mengungkapkan ketidaksukaan daripada mengatakan 'tidak menyukainya'. Padahal, dua kata ini mempunyai makna yang berbeda. Ada perbedaan yang signifikan antara kedua kata ini. 

Pengertian Aljabar Dan Variabel Matematika

Aljabar adalah salah satu sub-bidang dari matematika bersamaan dengan teori bilangan, analisis dan geometri. Aljabar merupakan kata dari bahasa arab, yaitu "al-jabr" yang memiliki arti "pengumpulan bagian yang rusak". Dalam bentuk umum, aljabar adalah ilmu yang mempelajari simbol-simbol matematika dan aturan untuk memanipulasi simbol. Aljabar juga sebagai benang pemersatu dari hampir semua berbagai bidang matematika. 

Urutan Yang Benar Dalam Operasi Hitung Matematika

Sering kali kita menemukan operasi hitung yang unik atau kurang lengkap, seperti 3+7-4/2. Hal ini dapat membuat jawaban rancu karena terdapat 2 versi perhitungan. Yaitu dimana pembagian terlebih dahulu atau dihitung dari sebelah kiri terlebih dahulu, sehingga jika menghitung dari pembagian dahulu, maka hasilnya akan seperti:

The Singularity Is Near: Saat Singularitas Sudah Dekat

Singularity Is Near: When Humans Transcend Biology adalah buku non-fiksi 2005 tentang kecerdasan buatan dan masa depan kemanusiaan oleh seorang penemu dan futuris Ray Kurzweil. Buku ini dibangun di atas gagasan yang diperkenalkan dalam buku-buku Kurzweil sebelumnya, The Age of Intelligent Machines (1990) dan The Age of Spiritual Machines (1999). Kali ini, Kurzweil merangkul istilah Singularity, yang dipopulerkan oleh Vernor Vinge dalam esainya 1993 "The Coming Technological Singularity" lebih dari satu dekade sebelumnya.